Cerita Putri Pena: Satu Tahun

Jamuan makan, Hutan Hijau, Sungai Bening, dan air suci.
Kau masih ingat itu? Ya, itulah saat ketika aku dipertemukan kembali denganmu, Ksatria Tak Berkuda. Dengan waktu yang tak diduga, dengan cara yang tak disangka, oleh Semesta.
Kau tahu? Sebelum hari itu, aku selalu bertanya pada Semesta apakah diijinkan lagi bertemu denganmu. Seperti apa sikapmu, seperti apa perasaanku jika hal itu terjadi…
Dan semuanya terjawab, pada pertemuan kita satu tahun lalu.

Aku sangat bersyukur pada malam itu. Apalagi setelahnya, Semesta seolah mengeluarkan kejutan indahnya satu demi satu.
“Maukah kau mendampingi perjalananku? Aku akan membuatmu bahagia kini, esok, dan selamanya.”
Itulah kalimat terindah yang pernah kuterima dari seorang ksatria. Bahkan pangeran terbaik di Kerajaan Tulis pun belum tentu bisa merangkai kalimat sederhana nan indah seperti itu.
Mendampingi perjalanan seorang ksatria hebat sepertimu bagaikan hadiah lain dari Semesta untukku. Rasanya, saat itu aku adalah putri yang paling berbahagia. Tanpa menunggu terlalu lama, aku bersedia. Semesta mendukung. Orang-orang terdekat kita mendukung. Kerajaan, para sahabat, semuanya.
Berjalan berdampingan denganmu seringkali menyenangkan. Aku bisa berbagi cerita, berbagi tawa, melupakan sejenak aneka tugas dari Sang Raja. Kau pun bahagia berjalan berdampingan denganku kan?
Meskipun, kau sering mengingatkan perjalanan kita tak selamanya lurus. Ada tanjakan, turunan, bahkan tikungan yang harus dilalui. Kadang berhenti sesaat ketika menemukan rintangan di sisi perjalanan. Ya, semuanya harus kita lewati.
Ksatria, tolong ingatkan jika aku terlalu jauh mendampingimu di perjalanan. Atau, terlalu dekat. Aku ingin bisa mendampingi perjalananmu pada jarak yang tepat sampai akhirnya kita menemukan ujung perjalanan ini.
Terima kasih karena kau telah memilihku mendampingi perjalananmu. Terima kasih juga telah memberikan banyak kebahagiaan sejauh ini, termasuk ujian kesabaran sesekali. Aku akan belajar lebih banyak lagi untuk menjadi seorang putri dari Kerajaan Tulis yang tangguh, yang siap mendampingi perjalananmu hingga akhir.
Mari berdampingan lagi! Perjalanan kita masih panjang!

0 comments:

Post a Comment

Hi!

Blog Archive

All written by Yudistyana. Powered by Blogger.

Hello Guest! :)

Name

Email *

Message *