Cerita Putri Pena: Tentang Rasa

Pernahkah kau menyukai seseorang? Begitu menyukainya sehingga ingin selalu bersamanya?
Atau, pernahkah kau tidak menyukai seseorang? Begitu tidak menyukainya sehingga bahkan tidak ingin melihatnya lagi?
Bagaimana jika orang yang kau beri rasa suka sekaligus tidak suka itu adalah orang yang sama?

Sore lalu aku dan beberapa pangeran serta putri menghabiskan waktu bersama. Sudah lama kami tidak berbincang seperti ini, mungkin sejak Sang Raja mengeluarkan peraturan mengenai penulisan kitab bagi kami yang ingin meninggalkan lingkungan kerajaan.
Mulanya obrolan biasa. Saling bertukar kabar sekaligus berbagi impian di masa depan. Sampai salah seorang pangeran bertanya, “Mengapa orang-orang bisa saling mencintai?” Siapa lagi yang melontarkan pertanyaan seperti itu kalau bukan Pangeran Filsafat? Sepanjang hidupnya, sepertinya ia memang selalu memikirkan hal-hal seperti itu.
“Karena Semesta memberikannya. Memberikan perasaan itu kepada mereka,” jawab salah seorang putri. Aku sendiri lebih memilih mendengarkan perbincangan selanjutnya.
“Kalau begitu, sepertinya perasaan itu adalah pemberian terindah dari Semesta,” lanjut Pangeran Filsafat. “Di antara kehidupan yang singkat ini, di mana orang-orang datang silih berganti dalam kehidupan dan mungkin hanya beberapa yang datang menetap, kita masih diberi kesempatan untuk saling mengasihi dan saling peduli. Mengajarkan arti sebuah pertemuan yang kadang terasa singkat, tetapi bisa membuat semuanya terasa abadi.”
Semuanya terdiam sementara sang Pangeran menyesap tehnya.
Aku ingin mengajukan satu pertanyaan. Jika orang-orang bisa saling mencintai, bisakah mereka juga saling benci? Atau setidaknya, salah satu membenci yang lain? Oke, membenci mungkin terdengar terlalu kasar. Kalau begitu, menurutmu, bisakah seseorang yang semula begitu mencintai orang lain, membalikkan perasaan sehingga menjadi tidak mencintainya, tidak mempedulikannya lagi? Atau bisakah seseorang masih mencintai sekaligus tidak ingin peduli lagi dengan satu orang dalam waktu yang sama?
Sayangnya saat itu Sang Raja memanggil kami untuk memberitahukan sesuatu yang penting. Jadi, bisakah kau, yang membaca tulisanku di Diarium ini, menjawab pertanyaan tersebut? Karena kalau sudah menemukan jawabannya, aku pun sepertinya ingin memberitahukan sesuatu.

0 comments:

Post a Comment

Hi!

All written by Yudistyana. Powered by Blogger.

Hello Guest! :)

Name

Email *

Message *