Cerita Putri Pena: Didengarkan

Selamat datang di Negeri Energi! Sebuah negeri yang selalu mendorong penduduknya melakukan inovasi. Negeri yang menginginkan penduduknya mempelajari hal baru dengan cepat setiap hari. Negeri tempatku berada kini.
Bukan tanpa alasan aku berada di sini. Negeri Energi memiliki nyaris segalanya yang aku inginkan, mungkin juga sebenarnya aku butuhkan. Pembelajaran, kesempatan, kedamaian. Negeri Energi adalah negeri yang telah Semesta pilihkan.
Berada di Negeri Energi membuatku merasa muda kembali. Akupun menggunakan identitasku sebagai seorang prajurit, sama seperti beberapa pendatang baru dari berbagai penjuru. Mungkin di antara mereka pun ada yang menjadi seorang pangeran atau putri di negerinya terdahulu, tetapi di Negeri Energi mereka tidak memperlihatkan itu.
Semesta rupanya menepati janjinya untuk “memberikan kesempatan baru”. Tidak ada yang kukenal di sini, begitu pula sebaliknya. Aku benar-benar harus beradaptasi dari awal lagi. Tidak terlalu sulit menurutku, tetapi tidak juga bisa dikatakan mudah. 
Semakin hari, kehidupan terasa semakin sibuk. Mengalahkan Negeri 1000 Dagang bahkan. Dan sepertinya, aku harus meralat pernyataanku tadi.
Sulit. Di sini sulit. Penduduknya menginginkan setiap prajurit memiliki kemampuan seperti panglima. Dalam waktu singkat. Bagaimana bisa?
Ditambah, sedikit sekali sosok yang bisa mendengarkan. Yang bisa menyimak. Menjadi tempat berbagi kisah, walau mungkin akan lebih banyak keluh kesah. Semua ingin didengarkan. Lalu, kapan mereka mau mendengarkanku?
Ah ya, aku masih memiliki Semesta untuk mendengarkanku. Aku akan selalu mengingat itu.

0 comments:

Post a Comment

Hi!

All written by Yudistyana. Powered by Blogger.

Hello Guest! :)

Name

Email *

Message *