Yudistyana's Kitchen: Tumis Sawi Hijau Ala-ala

"Dia mah paling bisanya cuma masak mi!"

"Enggak kok, aku juga bisa masak telor! :p"

Saya lupa sejak kapan mulai terbiasa (baca: terpaksa bisa) masak. Mungkin sejak kuliah dan tinggal sendiri di rumah. Antara bosan sama makanan di luar yang kadang rasanya nggak sesuai selera dan memang ingin bereksperimen mencoba resep. Nggak yang ribet kok, masakan rumahan saja. Yang cukup dimakan buat porsi berdua (karena saya tinggal sama adik) atau berempat kalau kebetulan kedua orang tua lagi berkunjung.

Kebiasaan ini kembali berkembang setelah saya merantau ke Bontang. Alhamdulillahnya di sini juga disediakan rumah dinas plus dapur minimalisnya sehingga 'hobi' memasak bisa tersalurkan. Tantangannya cuma satu: bahannya susah! Nyari ceker aja duh ampuuuun! Kalaupun ada di pasar, biasanya nggak bisa dibeli karena sudah dipesan. Mau masak sayur, kalau beli dari warung dekat perumahan, terbatas sekali pilihannya.

Salah satu solusinya, saya mencoba membeli sayur dari kebun hidroponik mitra binaannya Badak LNG. Waktu pertama kali kunjungan lapangan ke tempat ini, saya langsung suka. Segar banget suasananya, sayuran di mana-mana. Apalagi kalau menemukan tanaman yang saya kenal, rasanya ingin langsung memetik dan mengolahnya menjadi makanan.

Kali kedua berkunjung, saya akhirnya bisa membeli beberapa sayur. Dengan Rp 20.000,00 yang kebetulan ada di saku jaket, saya mendapatkan sekeresek sedang sawi hijau, seledri, selada, dan daun mint. Saat ini yang sedang panen banyak memang sawi hijau, jadi sayur inilah yang jumlahnya banyak.



Sawi hijau bukanlah jenis bahan baku utama yang sering saya olah. Baru ngeh malah, sayur ini ternyata yang sering ada di bakso, nasi goreng atau mi goreng tek-tek, dan mi kuah sebagai sayuran pendamping. Biasa kan tinggal makan.. :))

Mumpung masih segar, saya langsung mengolah beberapa lembar sawi itu untuk menu makan malam. Berbekal aneka informasi dari Cookpad, ketemulah resep yang keliatannya enak: Tumis Sawi Hijau. Ini dia resep dan cara memasaknya dengan sedikit modifikasi:

Bahan:
Sawi hijau segenggam, cuci bersih lalu iris
Cabe keriting, iris
Cabe rawit, iris
Bawang merah, iris
Bawang putih, iris
Bawang bombay, iris
Telur ayam
Daging iris (kalau saya pakai daging yang untuk isian burger, bisa juga diganti dengan sosis/bakso)
Mentega untuk menumis
Saos tiram
Air secukupnya
Garam
Gula pasir
Terasi (kalau suka)
Tomat (kalau suka)
Penyedap rasa (kalau suka)
Bawang goreng (kalau suka)

Cara Memasak:
1. Haluskan irisan cabe-cabean dan bawang-bawangan (kecuali bawang bombay) bersama garam, gula pasir, dan terasi
2. Panaskan mentega, tumis semua bumbu halus sampai tercium harumnya.
3. Masukkan daging iris dan bawang bombay, tumis sampai agak matang dan harum.
4. Masukkan telur, buat orak-arik.
5. Masukkan sawi hijau, tambahkan sedikit air, saos tiram, dan penyedap rasa serta tomat.
6. Setelah sayuran agak empuk dan rasanya pas, sajikan.
7. Taburkan bawang goreng supaya lebih nikmat.

Simpel kan? Iya, masak itu nggak perlu ribet kok. Yang penting kualitas bahannya terjamin dan rasanya sesuai selera. Karena resep ini dimodifikasi, setelah disajikan bersama nasi putih hangat malah jadi terlihat seperti nasi gila sih sebenarnya. Tapi nggak papalah, tetap layak makan kok hehe.



Gimana, berminat mencoba resep ini? Atau resep lainnya yang pernah saya share? ;)






5 comments:

  1. Waaah,... hidroponik.Kereen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayuran hasil hidroponik ini perasaan lebih segar deh rasanya hehehe

      Delete
  2. jadi, bersyukurlah bagi kamikami ini yang tinggal di tempat yang masih banyak pilihan sayur. Nanaon ge bisa jadi tumis :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali Teh, banyak pilihan bahan buat ditumis atau dibuat sop atau sekedar dilalap :))

      Delete
  3. mau dong mau nyobain makanannya. hehehe

    ReplyDelete

All written by Yudistyana. Powered by Blogger.

Hello Guest! :)

Name

Email *

Message *